SEJARAH PERKEMBANGAN KURASH
|
Kurash adalah jenis olahraga beladiri yang memiliki gerakan dasar saling membanting dengan mengaitkan baju khusus. Olahraga Kurash berasal di wilayah Tatarstan Asia Tengah atau yang sekarang dikenal dengan wilayah Uzbekistan.
Gerakan dasar olahraga Kurash ini menyerupai olahraga beladiri Gulat dan olahraga beladiri Judo, hanya saja dalam Kurash kondisi bantingan berada dalam posisi berdiri dan tidak diperkenankan menggunakan kaitan pada kaki Secara historis olahraga beladiri Kurash, setidaknya telah ada sejak 3.500 tahun. Kurash adalah salah satu seni bela diri secara telatih tertua di dunia, hal ini juga diceritakan oleh penjelajah Marco Polo saat melintasi jalur sutra dalam catatan perjalanannya. Kurash adalah kata Uzbek yang memiliki arti mencapai tujuan dengan hanya atau cara yang adil. Kurash sebelumnya hanya digunakan sebagai seni bela diri dan hiburan fisik publik selama libur besar, berbagai pesta termasuk sering menjadi hiburan pada pesta pernikahan. Kurash disebutkan dalam banyak sumber-sumber sejarah tradisional seperti filusuf Yunani Herodotus memuat pada bukunya yang terkenal “Histories” bahwa gerak beladiri Kurash sangat elegan, bahkan Avicenna (Ibnu Sina) menuliskan pada karyanya bahwa berlatih Kurash adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh dan roh.
Warisan ribuan tahun ini selalu diestafetkan dari generasi ke generasi di Asia Tengah tanpa terdokumentasi dengan baik. Banyak gerakan dan aktivitas beladiri Kurash diadopsi dan dijadikan bagian dari pengembangan olahraga lainnya seperti Rusia mengambil teknik lemparan Judo untuk olahraga beladiri Sambo. Setelah sempat menjadi cabang eksibisi pada Olimpiade XXIII/1984 Los Angeles cabang olahraga beladiri Kurash masih belum memiliki aturan penilaian yang baku, hingga pada tahun 1990 Komil Yusupov seorang pahlawan kemerdekaan Uzbekistan yang juga master Kurash dan guru besar dalam Judo dan Sambo membuat penelitian tentang Kurash dan menuangkannya dalam teknik-teknik Kurash yang universal dan terukur dengan berpedoman pada keberanian, humanisme dan universalitas yang disesuaikan dengan ketentuan umum olahraga modern. Yusupov memperkenalkan Kurash modern dengan membuat kategori berat, gerakan dan terminologi berdasarkan 13 kata Uzbek, mengatur durasi tetap pertarungan, seragam untuk pemain dan wasit, hingga Kurash dapat diterima oleh semua bangsa.
|
Aturan Kurash melarang setiap tindakan pergumulan bawah (Newaza dalam Judo dan Ju Jitsu). Kegiatan hanya diperkenankan dalam posisi berdiri - tidak ada permainan bawah, dan hanya diperbolehkan membanting dan menyapu kaki yang dapat digunakan oleh pemain Kurash. Semua itu membuat Kurash olahraga sederhana, ramah, menarik, dinamis dan aman untuk dipelajari hingga menjadikan Kurash sebagai olahraga beladiri yang memiliki parameter penilaian yang adil.
INTERNATIONAL KURASH FEDERATION
Kemerdekaan Uzbekistan dari Uni Sovyet tahun 1991, merupakan momentum awal memperkenalkan olahraga Kurash. Presiden pertama Uzbekistan Yang Mulia Islam Karimov baik secara pribadi maupun institusi kenegaraan sangat mendukung sosialisasi beladiri Kurash secara internasional.
Setelah berbagai macam uji coba dan penetapan standar kompetisi Kurash maka pada tahun 1998 dibentuklah Internasional Kurash Association (IKA) berkedudukan di Tashkent Uzbekistan dan setelahnya sering dianggap sebagai awal pengembangan olahraga Kurash modern. Dilanjutkan dengan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia pertama tahun 1999 yang langsung dihadiri oleh 48 negara. Hingga saat ini, anggota IKA telah mencapai 117 negara yang berasal dari 6 konfederasi benua. Pada tanggal 24 Januari 2003 merupakan hari bersejarah bagi Kurash karena menjadi hari pengakuan resmi oleh Olympic Council of Asia (OCA) yang membuka peluang olahraga Kurash untuk tampil di ajang multi event resmi dibawah OCA. Dilanjutkan pada tahun 2005 mendapat pengakuan dari International Olympic Committe (IOC) dan pada tahun 2010 ditetapkan masuk kedalam badan dunia anti doping. Perjalanan Kurash di ajang multi event sebenarnya telah dimulai sejak olimpiade Los Angeles 1984, dimana Kurash tradisional dipertandingkan pada cabang olahraga eksibisi. lalu kemudian secara resmi dipertandingkan pada Asian Games XV/2006 Doha, dan Asian Games XVIII/2018 Jakarta-Palembang. |
PERKEMBANGAN KURASH DI INDONESIA
Sejak tahun 2011, International Kurash Association (IKA) mulai memperkenalkan sekaligus melakukan sosialisasi olahraga bela diri Kurash di Indonesia. Meskipun demikian, perkembangan Kurash pada masa awal belum berjalan sesuai harapan. Hal tersebut disebabkan oleh masih terbatasnya tingkat pengenalan masyarakat terhadap Kurash sebagai cabang olahraga, meskipun di kawasan Asia Tengah Kurash merupakan salah satu olahraga bela diri yang sangat populer dan memiliki sejarah panjang.
Pada periode tersebut, hanya sebagian kecil praktisi olahraga di Indonesia, khususnya dari kalangan Judo, yang secara konsisten mempelajari dan mengembangkan olahraga Kurash.
Sebagai langkah awal pembentukan organisasi nasional, pada tanggal 15 Juni 2016 para praktisi Kurash di Indonesia menyelenggarakan musyawarah dan bersepakat membentuk Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI) sebagai wadah resmi pembinaan dan pengembangan olahraga Kurash di Indonesia. Dalam musyawarah tersebut disepakati pula penyusunan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) sebagai landasan organisasi, yang kemudian dilanjutkan dengan proses pembentukan badan hukum organisasi.
Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI) pertama kali dipimpin oleh Dr. Samsudin, M.Pd., seorang birokrat di Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang memiliki visi kuat untuk mengembangkan Kurash di Indonesia, sekaligus menjadikan cabang olahraga ini sebagai bagian dari sukses penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 Jakarta–Palembang. Namun, beliau kemudian mengundurkan diri setelah terbit kebijakan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang melarang pejabat di lingkungan kementerian merangkap jabatan sebagai ketua organisasi olahraga.
Pada periode tersebut, hanya sebagian kecil praktisi olahraga di Indonesia, khususnya dari kalangan Judo, yang secara konsisten mempelajari dan mengembangkan olahraga Kurash.
Sebagai langkah awal pembentukan organisasi nasional, pada tanggal 15 Juni 2016 para praktisi Kurash di Indonesia menyelenggarakan musyawarah dan bersepakat membentuk Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI) sebagai wadah resmi pembinaan dan pengembangan olahraga Kurash di Indonesia. Dalam musyawarah tersebut disepakati pula penyusunan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) sebagai landasan organisasi, yang kemudian dilanjutkan dengan proses pembentukan badan hukum organisasi.
Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI) pertama kali dipimpin oleh Dr. Samsudin, M.Pd., seorang birokrat di Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang memiliki visi kuat untuk mengembangkan Kurash di Indonesia, sekaligus menjadikan cabang olahraga ini sebagai bagian dari sukses penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 Jakarta–Palembang. Namun, beliau kemudian mengundurkan diri setelah terbit kebijakan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang melarang pejabat di lingkungan kementerian merangkap jabatan sebagai ketua organisasi olahraga.
|
Kepemimpinan PBKI selanjutnya diteruskan oleh H. Teuku Riefky Harsya, M.T., anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Kurash Indonesia mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam Asian Games XVIII Tahun 2018 Jakarta–Palembang, yang menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya cabang olahraga Kurash dipertandingkan secara resmi dalam ajang tersebut.
Pada 28 Agustus 2018, pertandingan Kurash resmi digelar di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan 14 atlet, terdiri atas 6 atlet putri dan 8 atlet putra. Atlet putri Indonesia yang tampil pada ajang tersebut adalah:
|
Pada penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 Jakarta–Palembang, Kontingen Kurash Indonesia berhasil mempersembahkan satu medali perunggu melalui Khasani Najmu Shifa pada nomor 63 kg putri. Prestasi tersebut menjadi tonggak awal kebangkitan Kurash Indonesia sekaligus motivasi untuk melakukan pembenahan organisasi secara menyeluruh.
Sebagai bagian dari proses pembinaan organisasi, pada awal tahun 2019 dilaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang menghasilkan keputusan perubahan nama organisasi dari Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI) menjadi Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB FERKUSHI). Perubahan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Munaslub Nomor 03/SKEP/PB.KI/MUNASLUB/I/2019 tentang Perubahan Nama Organisasi PBKI menjadi Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB FERKUSHI).
Dalam Munaslub tersebut, Mayjen TNI (Purn.) Abdul Hafil Fuddin, S.H., S.I.P., M.H. terpilih sebagai Ketua Umum PB FERKUSHI menggantikan H. Teuku Riefky Harsya, M.T. yang mengundurkan diri karena fokus mengikuti proses Pemilihan Legislatif Tahun 2019.
Setelah resmi memimpin PB FERKUSHI periode 2019–2023, Mayjen TNI (Purn.) Abdul Hafil Fuddin segera melakukan berbagai langkah strategis melalui pembenahan organisasi, penguatan sistem pembinaan atlet, serta peningkatan kinerja kepengurusan. Dalam waktu relatif singkat, PB FERKUSHI berhasil melaksanakan sejumlah agenda nasional, termasuk Kejuaraan Nasional Kurash sebagai ajang seleksi atlet nasional, serta mempersiapkan keikutsertaan Indonesia pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina.
Dalam Munaslub tersebut, Mayjen TNI (Purn.) Abdul Hafil Fuddin, S.H., S.I.P., M.H. terpilih sebagai Ketua Umum PB FERKUSHI menggantikan H. Teuku Riefky Harsya, M.T. yang mengundurkan diri karena fokus mengikuti proses Pemilihan Legislatif Tahun 2019.
Setelah resmi memimpin PB FERKUSHI periode 2019–2023, Mayjen TNI (Purn.) Abdul Hafil Fuddin segera melakukan berbagai langkah strategis melalui pembenahan organisasi, penguatan sistem pembinaan atlet, serta peningkatan kinerja kepengurusan. Dalam waktu relatif singkat, PB FERKUSHI berhasil melaksanakan sejumlah agenda nasional, termasuk Kejuaraan Nasional Kurash sebagai ajang seleksi atlet nasional, serta mempersiapkan keikutsertaan Indonesia pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina.
|
Pada ajang SEA Games XXX Tahun 2019, meskipun waktu persiapan tergolong singkat, Tim Kurash Indonesia berhasil meraih tiga medali perak dan tiga medali perunggu, sebuah pencapaian yang menunjukkan perkembangan positif olahraga Kurash di Indonesia.
Selain berpartisipasi pada ajang multi-event tingkat Asia dan Asia Tenggara, Tim Kurash Indonesia juga mengikuti berbagai kejuaraan internasional lainnya. Pada 2–4 September 2019, Indonesia mengikuti World Martial Arts Masterships di Chungju, Korea Selatan, dan berhasil meraih satu medali perak serta satu medali perunggu. Selanjutnya, pada 4–7 Oktober 2019, Tim Kurash Indonesia mengikuti kejuaraan internasional 14th Tournament for the Prize of the President of Uzbekistan yang diselenggarakan di Alpomish Sport Complex, Termiz, Uzbekistan. Pada kejuaraan tersebut, Indonesia kembali mencatatkan prestasi dengan meraih satu medali perak dan satu medali perunggu. Dalam rangka meningkatkan prestasi atlet nasional, PB FERKUSHI terus memperkuat sistem pembinaan melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dipusatkan di ISTC (Icuk Sugiarto Training Center), Sukabumi, serta mengirimkan atlet-atlet terbaik mengikuti Training Camp di Uzbekistan guna meningkatkan kualitas teknik dan pengalaman bertanding di tingkat internasional. |
Di bawah kepemimpinan Mayjen TNI (Purn.) Abdul Hafil Fuddin, S.H., S.I.P., M.H., yang didampingi oleh Brigjen TNI Asep Warsito sebagai Ketua Harian dan Lukman Husain (lalu berganti menjadi Wide Putra Ananda dan kembali berubah di Tahun 2026 dimana Wide digantikan oleh Lukman Husain sebagai Plt Sekjen) sebagai Sekretaris Jenderal, perkembangan organisasi Kurash di Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan. Jumlah kepengurusan provinsi terus bertambah hingga mencapai 30 Pengurus Provinsi, dengan target pembentukan kepengurusan di seluruh provinsi Indonesia pada tahun 2022.
Keberhasilan pembinaan organisasi tersebut turut dibuktikan dengan suksesnya penyelenggaraan Eksibisi Cabang Olahraga Kurash pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021. Kegiatan tersebut diikuti oleh hampir 250 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. Pada ajang tersebut, Provinsi Lampung berhasil menjadi Juara Umum dengan perolehan enam medali emas, satu medali perak, dan enam medali perunggu. Posisi kedua ditempati Provinsi Jawa Timur dengan raihan dua medali emas dan empat medali perak, sedangkan Provinsi Papua sebagai tuan rumah menempati peringkat ketiga dengan perolehan satu medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu. |
Perkembangan Kurash Indonesia terus berlanjut hingga cabang olahraga ini resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara Tahun 2024. Pada penyelenggaraan tersebut, Provinsi DKI Jakarta berhasil keluar sebagai Juara Umum, yang menjadi indikator semakin meningkatnya kualitas pembinaan atlet Kurash di berbagai daerah serta semakin kuatnya eksistensi Kurash sebagai salah satu cabang olahraga prestasi di Indonesia.
PERKEMBANGAN KURASH DI PROVINSI BANTEN & KOTA TANGERANG
Perkembangan olahraga Kurash di Provinsi Banten diawali dari inisiatif pembentukan kepengurusan daerah yang didorong oleh semangat untuk mengembangkan Kurash sebagai cabang olahraga prestasi. Salah satu momentum penting terjadi melalui ajakan kerja sama dari tim perumus pembentukan Pengurus Provinsi Federasi Kurash Indonesia (Pengprov FERKUSHI) Provinsi Banten, yang diwakili oleh Sdr. Dimas Septhian, S.E., kepada Sdr. Subhan Prasandra, S.H.. Sebelumnya, Subhan Prasandra dikenal sebagai mantan Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Serang dan memiliki pengalaman panjang dalam pembinaan olahraga bela diri, khususnya Judo.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui persiapan Tim Kurash Provinsi Banten untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Kurash U-25 Piala Ketua Umum KONI Pusat yang diselenggarakan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 20 November 2022. Keikutsertaan tersebut menjadi tonggak awal perjalanan prestasi Kurash Provinsi Banten di tingkat nasional.
Pada kejuaraan tersebut, Kontingen Provinsi Banten berhasil meraih empat medali, terdiri atas tiga medali perak yang dipersembahkan oleh Ananda Triputra Sumadi (kelas -73 kg putra), Yehezkiel Marthenezer Sima (kelas -81 kg putra), dan Melly Liu (kelas -57 kg putri), serta satu medali perunggu melalui Endah Budi Astuti (kelas +78 kg putri).
Keberhasilan tersebut menjadi modal awal yang sangat berharga bagi Pengprov FERKUSHI Provinsi Banten untuk memperkuat organisasi dan sistem pembinaan atlet. Tidak lama setelah kejuaraan tersebut, kepengurusan mulai melakukan pembenahan secara menyeluruh, termasuk penyusunan struktur organisasi, pengembangan program pembinaan, serta pembentukan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara.
Perkembangan Kurash di Provinsi Banten terus menunjukkan tren yang sangat positif melalui lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Salah satu pencapaian membanggakan diraih oleh atlet asal Kota Tangerang, Muhamad Salim, yang pada Desember 2024 berhasil meraih medali perak pada ajang III World Veterans Kurash Championship di kelas -95 kg Putra Veteran. Prestasi tersebut menjadi pencapaian internasional pertama bagi atlet Kurash asal Kota Tangerang sekaligus memperkuat posisi Provinsi Banten sebagai salah satu daerah yang aktif dan konsisten dalam melakukan pembinaan olahraga Kurash.
Keberhasilan pembinaan tersebut berlanjut pada tahun 2025, ketika dua atlet putri asal Provinsi Banten, Deswita Maharani Putri dan Isabella Mahadewi Putri, berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali perunggu pada ajang Asian Kurash Championship 2025 yang diselenggarakan di Goesan, Korea Selatan. Raihan medali pada kejuaraan tingkat Asia tersebut menjadi bukti nyata bahwa sistem pembinaan yang dijalankan di Provinsi Banten mampu melahirkan atlet-atlet yang memiliki kualitas dan daya saing di level kontinental.
Berkat penampilan dan prestasi yang ditunjukkan pada Asian Kurash Championship 2025, Deswita Maharani Putri memperoleh kepercayaan untuk memperkuat Tim Nasional Kurash Indonesia pada ajang Asian Youth Games 2025 yang diselenggarakan di Manama, Bahrain. Pada kejuaraan multi-event tingkat Asia tersebut, Deswita tampil bersama rekan satu timnya, Fabian Aulia Attadaru Firmansyah, sebagai wakil Indonesia. Keikutsertaan kedua atlet muda tersebut menjadi pencapaian penting bagi pembinaan Kurash di Provinsi Banten sekaligus menunjukkan bahwa atlet-atlet hasil pembinaan daerah telah mampu menembus level kompetisi multi-event internasional yang bergengsi.
Rangkaian prestasi internasional tersebut semakin mengukuhkan Provinsi Banten sebagai salah satu pusat pembinaan Kurash yang berkembang pesat di Indonesia. Atas prestasi yang diraihnya, Muhamad Salim kemudian diproyeksikan sebagai salah satu atlet yang dipersiapkan untuk memperkuat Tim Nasional Kurash Indonesia dalam menghadapi Asian Games XX Tahun 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang.
Keberhasilan Muhamad Salim, Deswita Maharani Putri, Isabella Mahadewi Putri, dan Fabian Aulia Attadaru Firmansyah merupakan cerminan dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Pengprov FERKUSHI Banten bersama Pengkot FERKUSHI Kota Tangerang. Prestasi-prestasi tersebut tidak hanya membanggakan Provinsi Banten, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan prestasi Kurash Indonesia di tingkat internasional serta memperkuat optimisme dalam menghadapi berbagai kejuaraan bergengsi pada masa mendatang.
Melalui Rapat Kerja Provinsi (RAKERPROV) KONI Provinsi Banten yang diselenggarakan di Hotel Le Dian, Kota Serang pada tanggal 3 April 2023. Pengurus Provinsi Ferkushi Banten resmi di-sahkan sebagai anggota tetap KONI Provinsi Banten.
Perkembangan olahraga Kurash di Provinsi Banten diawali dari inisiatif pembentukan kepengurusan daerah yang didorong oleh semangat untuk mengembangkan Kurash sebagai cabang olahraga prestasi. Salah satu momentum penting terjadi melalui ajakan kerja sama dari tim perumus pembentukan Pengurus Provinsi Federasi Kurash Indonesia (Pengprov FERKUSHI) Provinsi Banten, yang diwakili oleh Sdr. Dimas Septhian, S.E., kepada Sdr. Subhan Prasandra, S.H.. Sebelumnya, Subhan Prasandra dikenal sebagai mantan Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Serang dan memiliki pengalaman panjang dalam pembinaan olahraga bela diri, khususnya Judo.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui persiapan Tim Kurash Provinsi Banten untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Kurash U-25 Piala Ketua Umum KONI Pusat yang diselenggarakan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 20 November 2022. Keikutsertaan tersebut menjadi tonggak awal perjalanan prestasi Kurash Provinsi Banten di tingkat nasional.
Pada kejuaraan tersebut, Kontingen Provinsi Banten berhasil meraih empat medali, terdiri atas tiga medali perak yang dipersembahkan oleh Ananda Triputra Sumadi (kelas -73 kg putra), Yehezkiel Marthenezer Sima (kelas -81 kg putra), dan Melly Liu (kelas -57 kg putri), serta satu medali perunggu melalui Endah Budi Astuti (kelas +78 kg putri).
Keberhasilan tersebut menjadi modal awal yang sangat berharga bagi Pengprov FERKUSHI Provinsi Banten untuk memperkuat organisasi dan sistem pembinaan atlet. Tidak lama setelah kejuaraan tersebut, kepengurusan mulai melakukan pembenahan secara menyeluruh, termasuk penyusunan struktur organisasi, pengembangan program pembinaan, serta pembentukan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara.
Perkembangan Kurash di Provinsi Banten terus menunjukkan tren yang sangat positif melalui lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Salah satu pencapaian membanggakan diraih oleh atlet asal Kota Tangerang, Muhamad Salim, yang pada Desember 2024 berhasil meraih medali perak pada ajang III World Veterans Kurash Championship di kelas -95 kg Putra Veteran. Prestasi tersebut menjadi pencapaian internasional pertama bagi atlet Kurash asal Kota Tangerang sekaligus memperkuat posisi Provinsi Banten sebagai salah satu daerah yang aktif dan konsisten dalam melakukan pembinaan olahraga Kurash.
Keberhasilan pembinaan tersebut berlanjut pada tahun 2025, ketika dua atlet putri asal Provinsi Banten, Deswita Maharani Putri dan Isabella Mahadewi Putri, berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali perunggu pada ajang Asian Kurash Championship 2025 yang diselenggarakan di Goesan, Korea Selatan. Raihan medali pada kejuaraan tingkat Asia tersebut menjadi bukti nyata bahwa sistem pembinaan yang dijalankan di Provinsi Banten mampu melahirkan atlet-atlet yang memiliki kualitas dan daya saing di level kontinental.
Berkat penampilan dan prestasi yang ditunjukkan pada Asian Kurash Championship 2025, Deswita Maharani Putri memperoleh kepercayaan untuk memperkuat Tim Nasional Kurash Indonesia pada ajang Asian Youth Games 2025 yang diselenggarakan di Manama, Bahrain. Pada kejuaraan multi-event tingkat Asia tersebut, Deswita tampil bersama rekan satu timnya, Fabian Aulia Attadaru Firmansyah, sebagai wakil Indonesia. Keikutsertaan kedua atlet muda tersebut menjadi pencapaian penting bagi pembinaan Kurash di Provinsi Banten sekaligus menunjukkan bahwa atlet-atlet hasil pembinaan daerah telah mampu menembus level kompetisi multi-event internasional yang bergengsi.
Rangkaian prestasi internasional tersebut semakin mengukuhkan Provinsi Banten sebagai salah satu pusat pembinaan Kurash yang berkembang pesat di Indonesia. Atas prestasi yang diraihnya, Muhamad Salim kemudian diproyeksikan sebagai salah satu atlet yang dipersiapkan untuk memperkuat Tim Nasional Kurash Indonesia dalam menghadapi Asian Games XX Tahun 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang.
Keberhasilan Muhamad Salim, Deswita Maharani Putri, Isabella Mahadewi Putri, dan Fabian Aulia Attadaru Firmansyah merupakan cerminan dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Pengprov FERKUSHI Banten bersama Pengkot FERKUSHI Kota Tangerang. Prestasi-prestasi tersebut tidak hanya membanggakan Provinsi Banten, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan prestasi Kurash Indonesia di tingkat internasional serta memperkuat optimisme dalam menghadapi berbagai kejuaraan bergengsi pada masa mendatang.
Melalui Rapat Kerja Provinsi (RAKERPROV) KONI Provinsi Banten yang diselenggarakan di Hotel Le Dian, Kota Serang pada tanggal 3 April 2023. Pengurus Provinsi Ferkushi Banten resmi di-sahkan sebagai anggota tetap KONI Provinsi Banten.
Merujuk pada Surat Keputusan Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia Nomor 40/SK/PB-FERKUSHI/X/2022 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus Provinsi Federasi Kurash Indonesia (Pengprov FERKUSHI) Banten Masa Bakti 2022–2026, pendiri Sandro Academy, Sdr. Subhan Prasandra, S.H., ditetapkan sebagai Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengprov FERKUSHI Banten.
Selanjutnya, sebagai bagian dari penguatan organisasi Kurash di tingkat daerah, Subhan Prasandra dipercaya memimpin kepengurusan Kurash di Kota Tangerang. Kepercayaan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 01/SK/FERKUSHI-BTN/III/2023 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus Kota Federasi Kurash Indonesia (Pengkot FERKUSHI) Kota Tangerang Masa Bakti 2023–2027, yang menetapkan beliau sebagai Ketua Pengkot FERKUSHI Kota Tangerang.
Di bawah kepemimpinannya, pembinaan Kurash di Kota Tangerang berkembang secara signifikan melalui penguatan organisasi, pembinaan atlet usia dini hingga prestasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan. Berbagai program pembinaan tersebut turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan Kurash di Provinsi Banten maupun di tingkat nasional.
Pada tahun 2024, Subhan Prasandra kembali memperoleh kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB FERKUSHI). Pada tahun yang sama, beliau juga berhasil lulus Kualifikasi Pelatih Internasional Kurash Level A yang diselenggarakan di Tashkent, Uzbekistan. Pencapaian tersebut menjadikannya pelatih Kurash pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang berhasil memperoleh sertifikasi International Kurash Coach Level A, sebuah kompetensi kepelatihan tertinggi yang diakui oleh International Kurash Association (IKA).
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga merupakan tonggak penting bagi perkembangan olahraga Kurash di Indonesia. Kompetensi internasional yang dimiliki diharapkan dapat memperkuat sistem pembinaan atlet nasional serta meningkatkan daya saing Kurash Indonesia di tingkat regional maupun internasional.
Selanjutnya, sebagai bagian dari penguatan organisasi Kurash di tingkat daerah, Subhan Prasandra dipercaya memimpin kepengurusan Kurash di Kota Tangerang. Kepercayaan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 01/SK/FERKUSHI-BTN/III/2023 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus Kota Federasi Kurash Indonesia (Pengkot FERKUSHI) Kota Tangerang Masa Bakti 2023–2027, yang menetapkan beliau sebagai Ketua Pengkot FERKUSHI Kota Tangerang.
Di bawah kepemimpinannya, pembinaan Kurash di Kota Tangerang berkembang secara signifikan melalui penguatan organisasi, pembinaan atlet usia dini hingga prestasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan. Berbagai program pembinaan tersebut turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan Kurash di Provinsi Banten maupun di tingkat nasional.
Pada tahun 2024, Subhan Prasandra kembali memperoleh kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB FERKUSHI). Pada tahun yang sama, beliau juga berhasil lulus Kualifikasi Pelatih Internasional Kurash Level A yang diselenggarakan di Tashkent, Uzbekistan. Pencapaian tersebut menjadikannya pelatih Kurash pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang berhasil memperoleh sertifikasi International Kurash Coach Level A, sebuah kompetensi kepelatihan tertinggi yang diakui oleh International Kurash Association (IKA).
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga merupakan tonggak penting bagi perkembangan olahraga Kurash di Indonesia. Kompetensi internasional yang dimiliki diharapkan dapat memperkuat sistem pembinaan atlet nasional serta meningkatkan daya saing Kurash Indonesia di tingkat regional maupun internasional.